Wednesday, July 23, 2008

Pilihan

Kita hidup di dunia alam semesta pilihan. Waktu, bagaikan aliran sungai bercabang-cabang, pengayuh perahu hanya bisa mengarahkan dirinya ke salah satunya.

Sang pengusaha menghabiskan malamnya tanpa tidur, memikirkan banyaknya keputusan-keputusan yang harus diambil esok harinya.

Sang arsitek membuat begitu banyak pilihan-pilihan desain kepada kliennya.

Seorang teman menunda janji demi menuntaskan siaran langsung pertandingan tim favoritnya. Padahal ia tahu, jika ia datang tepat waktu, akan ada tawaran pekerjaan yang menggiurkan, cukup untuk membayar sewa apartemennya yang berbulan-bulan belum dilunasinya.

Seorang anak muda menatap gitar kesenangannya di depan etalase toko alat musik. Ia tahu, ia akan menjadi seorang pahlawan gitar jika ia membelinya. Ia hanya perlu pekerjaan baru untuk menabung uang untuk gitar tersebut.

Seorang ilmuwan ragu-ragu untuk mengirimkan teori baru yang ia usulkan, berharap ia dapat membuka lagi kotak surat tersebut, dan teman-temannya pun tidak akan menertawakan teori "bodoh"nya itu.

Seorang sahabat menanti jawaban seorang dokter.

Seorang pelajar memutuskan drop-out dari kuliahnya.

Seorang juri menentukan pemenang lomba membaca puisi.

Seorang kekasih memutuskan untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya untuk orang yang paling dikasihinya. Ia-pun tahu, ia akan merasakan kesenangan yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya, meskipun tahu perjuangan akan tetap ada.

Seorang penjelajah waktu, akulah.

0 comments: