Di dunia seperti ini, waktu berjalan mundur.
Orang-orang berbondong-bondong ingin meramal masa lalu mereka.
Masa depan adalah kenangan yang diingat.
Di dunia tempat waktu berjalan mundur, orang-orang berusaha melupakan nama-nama teman-temannya yg dikenalnya di masa depan. Seorang ayah mengharapkan anaknya cepat menjadi bayi, merangkak belajar berjalan.. saat-saat sang anak sedang lucu-lucunya. Para mahasiswa berlomba-lomba untuk masuk sekolah menengah. Ilmu-ilmu dilupakan. Sel-sel otak menjadi kembali muda. Pohon-pohon kembali menjadi tunas.
Jika masa lalu menjadi saat-saat yg pasti terjadi, mengapa harus takut menghadapi hidup? Vas bunga yang pecah itu bukankan akan kembali pada tempatnya semula? Tanpa retak sedikitpun. Penyesalan tidak akan ada. Dosa-dosa akan terhapuskan.
Sang pembalap tidak akan takut jatuh dari motornya, toh ia akan berada di garis start, tanpa cedera apapun.
Jika semuanya akan menjadi awal dari segala sesuatu, dunia adalah sebuah kepastian, mutlak.. Asal-usul bukanlah menjadi suatu misteri, melainkan sesuatu yang dinanti-nanti akan terjadi.
Dan awal alam semesta-pun tiba...
.
.
.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment